Sering kita melihat iklan yang memperlihatkan adegan minum sambil berdiri.Hal tersebut dapat direkam oleh otak kita sehingga kita terbiasa minum sambil berdiri. Padahal Rasulullah sudah melarang kita minum sambil berdiri yang dapat merusak kesehatan kita.
Janganlah kamu minum sambil berdiri. Larangan ini ada dalam ajaran
umat Islam dari hadist Rasulullah Muhammad SAW yang menganjurkan
seseorang duduk saat minum. Larangan bukan tanpa alasan. Rupanya, dari
segi kesehatan, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh
sfringer.
Sfringer adalah suatu struktur maskuler berotot yang bisa membuka dan
menutup agar air kemih bisa lewat. Dan ternyata sfringer ini hanya
bekerja pada saat kita duduk.
Sehingga jika kita minum atau makan sambil berdiri, air yang masuk ke
dalam tubuh akan masuk begitu saja tanpa disaring oleh sfringer.
Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada 'pos-pos' penyaringan
yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita
minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.
Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran
sepanjang ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter
inilah awal mula munculnya bencana. Yaitu mulai muncul penyakit kristal
ginjal, salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya.
Adapun Rasulullah SAW pernah sekali minum sambil berdiri, tapi itu
disebabkan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti
penuh sesaknya manusia. Dan ini bukan merupakan kebiasaan beliau. Ingat
azas darurat!
Pada saat berdiri tubuh manusia dalam keadaan tegang. Setiap
organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras untuk
mempertahankan semua otot tubuh agar tetap tegak.
Ini menyebabkan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf
berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan
dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman
yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf
yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang
banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.
Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa
menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah.
Akibatnya bisa mematikan detak jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Bila terbiasa makan dan minum sambil berdiri secara terus-menerus terbilang berbahaya bagi dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung.
Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95 persen terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. (*)
Sumber : http://jabar.tribunnews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar